Showing posts with label Cerita Budi Pekerti. Show all posts
Showing posts with label Cerita Budi Pekerti. Show all posts

Saturday, 9 January 2016

Seorang Istri Yang Memiliki Hati Yang Luar Biasa

Apakah ini cinta sejati??

Ia mulai dari tidak ada apa-apanya bekerja sebagai kuli bangunan hingga akhirnya berhasil menjadi kepala bagian. Kemudian ia membentuk tim pekerja tersendiri yang akhirnya berkembang menjadi sebuah perusahaan konstruksi.

Sang istri yang mendampingi pria ini sejak kuli bangunan, semakin hari tampak semakin tua. Tubuh yang dulunya langsing, sekarang tampak kasar berotot, kulit pun tidak sehalus dulu. Dibandingkan dengan beribu wanita cantik di luar sana, ia tampak terlalu sederhana dan pendiam. Kehadirannya senantiasa mengingatkannya akan masa lalu yang sukar.

Sang suami berpikir, inilah saatnya pernikahan ini berakhir. Ia menabungkan uang sebesar 1 juta yuan ke dalam bank istrinya, membeli juga baginya sebuah rumah di daerah kota. Ia merasa, ia bukanlah suami yang tak berperasaan. Sekiranya ia tidak mempersiapkan bekal bagi hari tua istrinya, hatinya pun tidak tenang...

Friday, 8 January 2016

Segala Yang Bukan Milik, Tetap Tidak Akan Menjadi Milik

Banyak orang yang beranggapan bahwa memperoleh atau kehilangan sesuatu semuanya tergantung pada perjuangan dan usaha seseorang, tidak yakin nasib manusia dan perjalanan hidupnya adalah ditentukan oleh besar kecilnya karma seseorang serta hubungan yang sudah ditakdirkan.

Meskipun dengan menghalalkan segala cara untuk mengambil atau merampas sesuatu yang sebenarnya adalah milik orang lain, namun pada kenyataannya, jika terdapat beberapa barang yang memang ditakdirkan bukan milik Anda, maka bagaimanapun juga Anda tidak akan memperolehnya.

Di bawah ini adalah sebuah kisah pendek tentang Ci Kung (dewa penolong ), yang telah mengisahkan sebuah prinsip tentang “Jika bukan milik Anda tetap bukan milik Anda.”

Pada suatu hari, Ci Kung menggadaikan pakaiannya seharga 150 untai (mata uang Tiongkok kuno). Di depan pintu pegadaian, ia berseru dengan suara keras: “Siapa yang akan menggotong uang ini!”

Dari seberang sana datang seorang yang berbadan tegap dan berkata, “Biksu, biar aku yang menggotongnya.

Moral Yang Mulia

Kakek tukang kunci dalam kehidupannya seumur hidup memperbaiki kunci, kunci yang telah diperbaiki tak terhitung jumlahnya, dia sangat terampil, dan biaya yang ditagih juga wajar, sehingga dia sangat dihormati oleh orang-orang. Dan yang lebih penting adalah: kakek tukang kunci orangnya jujur, setiap memperbaiki kunci, dia akan mengatakan kepada orang nama dan alamatnya, mengatakan: “Jika di rumah Anda terjadi pencurian, asalkan pintu dibuka dengan kunci, Anda dapat datang ke saya! Saya akan menangkap pencuri untuk Anda, tanpa biaya! ”

Kakek tukang kunci telah tua, ia juga tidak punya anak, untuk menjaga keterampilan jangan hilang, orang-orang membantunya mencari penerusnya. Akhirnya, kakek tukang kunci menerima dua orang murid, dua pemuda ini sangat cerdas. Kakek tukang kunci juga sangat menyukai mereka, ingin mewarisi keahlian seumur hidupnya untuk mereka.

Kegagalan Adalah Awal Dari Kesuksesan

Pada zaman kuno, ketika sebuah dinasti terjadi pergolakan internal dan eksternal dan dalam keadaan krisis, pada saat itu kaisar baru naik takhta usia masih sangat muda. Untuk mengatasi situasi yang semakin tegang, setelah menteri berdiskusi dengan kaisar, memutuskan mencari seorang pria yang pintar dalam ilmu pengetahuan dan ilmu bela diri supaya dapat diberikan tanggung jawab besar sebagai perdana menteri, untuk membantu kaisar dikemudian hari. Setelah melalui pertimbangan cermat, dan akhirnya dipilih dua orang calon: yang satu adalah dengan latar belakang rakyat sipil, sedangkan yang satu lagi dari keturunan bangsawan.

Sulit Menemukan Orang Yang Tidak Serakah

Setelah Lu Dongbin menjadi dewa, ia ingin mewariskan kekuatan gaibnya kepada seorang murid yang tidak serakah. Ia memikirkan sebuah rencana dan merubah dirinya menjadi seorang tua yang menjual bakpau. Ia memasang satu tulisan di kiosnya: “Satu koin, satu bakpau; dua koin, makan sepuasnya.”

Banyak orang datang menyerbu kiosnya, tetapi tidak ada yang membayar satu koin untuk satu bakpau. Hari semakin larut. Seorang anak muda datang dan membayar satu koin, memakan satu bakpau, dan meninggalkan tempat. Lu Dongbin sangat senang, mengejarnya dan  bertanya padanya, “Adik, kenapa kamu tidak membayar dua koin dan bisa makan sepuasnya?” Anak muda itu menjawab dengan menyesal, “Saya sebenarnya mau, tapi apa daya saya hanya mempunyai sisa satu koin saja.”

Saturday, 5 September 2015

Tao Bersifat Hidup dan Menghidupi

bodhi-prajna.blogspot.com
Umur langit dan bumi itu panjang sekali dapat dikatakan bahwa langit dan bumi itu langgang dan abadi, apakah sebabnya langit dan bumi itu langgeng dan abadi ? Karena tidak hidup untuk diri sendiri, tetapi langit dan bumi menghidupi semua makhluk hidup, semua umat manusia dan semua benda yang ada di dalam semesta alam ini, maka langit dan bumi bisa panjang umurnya.

Orang yang luhur budinya tidak menonjolkan dirinya, meskipun ia selalu menempatkan dirinya dibelakang, orang-orang akan senantiasa mengindahkannya dan menghargainya, hingga ia senantiasa menjadi orang terkemuka.

Orang yang luhur budinya dapat menghilangkan sifat egoisnya, karena dapat mengalahkan sang aku. Barang siapa yang dapat melenyapkan sang aku bukan berati kehilangan diri sendiri, bahkan sebaliknya menemukan diri sejati.

Orang yang luhur budinya selalu berani mengorbankan kepentingan diri sendiri, walaupun demikian pengorbanan itu tidaklah sia-sia karena siapa yang berani berkorban untuk sesamanya, itu tanda dari orang yang tinggi martabat kebatinannya dan ia pun senantiasa akan berlindung serta akan mencapai tingkat kesucian tertinggi dan semakin luhur. 

Barang siapa dapat menyesuaikan dirinya pada Tao, maka akan dapat hidup langgeng dan abadi, sebaliknya yang menentang Tao akan secepatnya binasa, demikian menurut Lao Tse. 

Luas Tao tak terbatas, hingga meliputi seluruh alam. Oleh sebab itu mempunyai gaya yang tiada taranya umtuk menghidupi segala makhluk di seluruh semesta alam ini. Karena Tao menghidupi semua, maka ia pun hidup kekal.

Kesenangan Hidup

bodhi-prajna.blogspot.com


Konfusius berkata, "Aku belum pernah melihat orang yang mencintai kebajikan, atau orang yang membenci apa yang tidak berbudi luhur. Dia yang mencintai kebajikan akan ada harga di atasnya."

Hal ini mengacu pada kesenangan semua organ tubuh, seperti seksualitas. Dalam kehidupan di dunia manusia, orang-orang cenderung menjadi tersesat karena banyaknya godaan yang menyilaukan. Orang-orang menjadi bingung, dan tidak fokus selama proses untuk memenuhi kebutuhan dasar agar bisa bertahan hidup dan memenuhi tuntutan yang tak ada habisnya dari organ tubuh. 

Orang-orang benar-benar bingung tentang tujuan mereka untuk menjadi manusia. Orang-orang juga bertanggung jawab ketika moral mereka merosot yang akan membuat karma untuk diri mereka sendiri ketika mereka sedang mencari kesenangan hidup. 

Kutipan ini juga tentang bagaimana kehidupan menjadi berharga dan patut dihargai. Jika orang dapat dengan jelas memahami pikiran mereka yang sebenarnya, maka mereka akan bisa menghargai aspirasi yang tinggi, berpandangan luas dengan bahan eksternal tanpa kebingungan sehingga dapat menumbuhkan karakter moral mereka.

The "Script untuk Moral" mengatakan, "Intonasi dalam kehidupan warna-warni yang mewah dan disipasi akan membuat orang buta. Intoksikasi dalam suara musik dekaden akan membuat orang tuli." Hal ini berarti bahwa seseorang yang terlalu mengejar kesenangan dalam musik akan membuat orang kehilangan harmoni dan tidak dapat mendengar dengan jelas. 

Jiang Xin Bi Xin (.将心比心) Menghormati Orang Lain

Pada zaman Nan Bei (utara dan selatan), ada seorang yang terkenal
kepandaiannya, bernama Lu Hui Xiao. Pengetahuannya luas, hikmatnya sangat dalam sehingga banyak orang dari berbagai daerah mencarinya untuk meminta pertimbangan dan nasihat. 

Jika ada persoalan-persoalan yang sulit dipecahkan, mereka umumnya datang kepada Lu Hui Xiao dan mendapat jawaban dan jalan keluar yang baik. Karena itu namanya makin lama makin terkenal. Namun, ketenarannya tidak membuat dirinya sombong, ia malah menampilkan karakter yang sangat baik dan begitu sopan terhadap semua orang, tidak terkecuali orang yang dianggap oleh orang lain sebagai orang yang tak pantas dihormati. 

Moral, karakter, dan keahlian yang dimilikinya telah mengantarnya pada kedudukan yang sangat tinggi di dalam kerajaan dan sangat dalam di hati masyarakat, Namun, ia tetaplah Lu Hui Xiao yang penuh budi pekerti dan sopan santun.

Suatu hari di dekat rumah Lu Hui Xiao ada orang tua yang sangat kotor penampilannya. Bukan hanya itu, orang itu tampak seperti tidak berpendidikan sama sekali. Orang-orang yang melihatnya mencibir dan mengejeknya. Mereka merasa orang tua yang kotor dan miskin itu tak pantas masuk daerah mereka.

Muka dan tubuh orang itu juga penuh dengan debu dan kotoran yang sudah lengket. Muka tidak karuan, jenggot dan kumisnya tidak dicukur dan dirawat, rambutnya sudah gembel karena tidak pernah dikeramas, sehingga menambah buruk penampilannya.

Tidak Ada Yang Sempurna

Ada dua orang pemuda yang bersahabat. Keduanya memiliki segalanya dan juga tampan. Mereka pun memutuskan berpisah dan akan bertemu lagi ketika sudah mempunyai istri. Pemuda yang pertama mulai mencari wanita yang sesuai dengan kriterianya.

Ketika dia bertemu dengan wanita yang sangat cantik, dia tidak ingin menikahinya karena wanita itu bodoh. Saat bertemu dengan wanita yang sangat pintar, dia pun juga tidak ingin menikahinya karena tidak bisa memasak. Pencarian itu pun telah dia lakukan selama bertahun-tahun.

Pemuda yang kedua telah menikah dan memiliki satu orang anak. Pemuda ini mulai mencari sahabatnya dan pada akhirnya mereka bertemu di sebuah kedai kopi. Betapa terkejutnya ketika pemuda kedua ini melihat sahabatnya masih lajang.

Nah sobat, Ketika kita hanya mengejar kesempurnaan, maka kita telah membuang banyak waktu untuk merasakan kebahagiaan. Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, oleh sebab itu kita harus bisa untuk saling melengkapi satu-sama lain sehingga menjadi satu kesatuan yang sempurna.

Sumber : kebajikandalamkehidupan.blogspot.com

Wednesday, 29 January 2014

Kehilangan dan Perolehan

Ada seorang pemuda yang menyadari bahwa dahan pohon bunga terompet yang ditanam diatas balkon apartemennya menjulur kebawah, dia memutuskan akan menarik dahan tersebut dan menggantungkan dibalkonnya sendiri. Tetapi sebelum dia menggerakkan tangannya, dia mengurungkan niatnya, dia beranggapan berbuat demikian terlihat kekanak-kanakan. Oleh sebab itu dahan pohon bunga akhirnya tetap dibiarkan menjulur ke lantai bawah ke balkon tetangga.

Semangkuk Mie

Cerita ini dibawa oleh anak gadis Ny. Hsu yang tinggal di Kao Hsiung. Anak gadisnya pulang dari Amerika pada awal Januari dengan membawa oleh-oleh sebuah sebuah kisah nyata yang menggugah hati.

Kisah ini terjadi pada malam Chu Si (malam menjelang tahun baru imlek) dan tertuang dalam lebih dari 50 halaman. Kisah ini sangat mengharukan banyak orang Jepang. Cerita ini disebut sebagai kisah “Semangkuk Mi Kuah“, yang diterjemahkan oleh Li Kuei Chuen.

Apakah Anda Seperti Seekor Keledai Yang Malang ?

Seekor keledai milik seorang petani, karena tidak berhati-hati, terjatuh ke dalam sumur tua di ladang belakang rumah. Petani telah melakukan segala cara untuk menolong keledai tersebut, tetapi setelah beberapa lama dia sudah kehabisan akal untuk menolong keledainya.

Keledai di dalam sumur tersebut melenguh terus, seolah menangis menahan rasa sakit dan ketakutan.

Binatang Memiliki Perasaan Juga

http://bodhi-prajna.blogspot.com/
Kisah yang sangat menyentuh ini terjadi di Hong Kong pada tahun 1988 ketika para pekerja membawa seekor sapi ke pusat pemotongan dimana sapi itu akan dipotong kedalam potongan-potongan dan untuk dijadikan daging rebus.

Ketika mereka semakin dekat dengan tempat pemotongannya, sapinya tiba-tiba berhenti, berlutut dengan air mata yang bercucuran membasahi pipinya. Para penjagal di sana pun tercengang, bagaimana sapi ini tahu bahwa dia akan segera dibunuh di tempat pemotongan sapi ini?

Sunday, 12 January 2014

Bukalah Pintu Hatimu

Moore adalah seorang dokter terkenal dan dihormati, melalui tangannya sudah tak terhitung nyawa yang diselamatkan. Dia tinggal disebuah kota tua di Prancis. 20 tahun yang lalu dia adalah seorang narapidana, kekasihnya mengkhianatinya dan lari ke pelukan lelaki lain.

Oleh karena emosi, dia melukai lelaki itu yang akhirnya menyeretnya ke penjara selama 3 tahun. Dari seorang mahasiswa di universitas ternama lalu menjadi seorang narapidana.

Saturday, 11 January 2014

Belajarlah Memaafkan Orang Lain

Pada suatu hari guru kami menyuruh seluruh murid di dalam kelas keesokkan hari membawa sebuah kantong besar ke sekolah, dia juga menyuruh kami membawa sekantong kentang.

Keesokkan hari ketika tiba jam belajar, guru menyuruh kami menulis nama orang yang tidak ingin kami maafkan, serta menulis kesalahan dan tanggal orang tersebut ketika berbuat kesalahan terhadap anda di atas kentang tersebut, lalu letakkan kentang tersebut ke dalam kantong, ini adalah tugas kami selama sepekan.    

Kisah Orang Tua Penjual Tanah

Di desa kami senantiasa tersebar sebuah cerita: Dahulu kala, ada suatu tempat yang berjarak kira-kira dua sampai tiga kilometer arah barat daya dari desa kami, terdapat sebuah dusun yang bernama  Gao. Kaum lelaki dusun tersebut bercocok tanam, sedangkan kaum perempuan bertenun. Hidup mereka berkecukupan dan makmur.

Pada suatu hari, dusun itu kedatangan seorang lelaki tua berpakaian compang-camping. Dia memikul dua keranjang bambu besar yang diisi tanah, berjalan di sepanjang jalan untuk dijual. Akan tetapi tidak ada orang yang sudi menanyakannya.

Makna Belas Kasih

Seorang murid sedang mempelajari makna belas kasih, karena masih belum paham lalu bertanya pada gurunya, memintanya untuk menjelaskan.

Gurunya berusaha memberi penjelasan dengan memberi contoh cerita kepada muridnya.

"Ada seorang pria tua sedang mengemis di sudut jalan yang ramai. Pertama, lewatlah seorang wanita tua di depan pengemis itu, karena merasa kasihan padanya , maka dia memberi pengemis itu satu koin emas. Tak lama kemudian lewatlah seorang pedagang di depan pengemis tersebut,

Kisah Pedagang yang Mendapat Siksaan Di Neraka

http://bodhi-prajna.blogspot.com/

Pada dinasti Qing, di Jiangxi ada seorang pedagang kain bernama Wu Zhanqi. Orangnya sangat serakah, suka menipu orang, serta sangat licik. Ketika menjual kain, dia selalu akan memberikan contoh kain yang berkualitas bagus untuk ditunjukkan kepada pelanggan agar mendapat kepercayaan dari pelanggan.

Biasanya dengan cara yang dilakukan oleh Wu Zhanqi, banyak pelanggan percaya dan suka dengan contoh kain berkualitas bagus yang ditunjukkan lalu memesan untuk membelinya. Namun setelah pelanggan memastikan kain yang diinginkan, maka dengan licik Wu Zhanqi akan mengganti kain kualitas bagus, yang sesui contoh, dengan kain yang kualitasnya sangat buruk.

Empat Ekor Kuda dan Empat Jenis Manusia

Alkisah, suatu hari Buddha Sakyamuni duduk di pondok sebuah hutan bambu. Para pengikutnya yang bepergian keluar meminta sedekah satu persatu sudah kembali. Mereka mengambil air di pinggir danau, mencuci bersih kaki dan tangan mereka dari debu selama perjalanan.
Mereka dengan tenang datang dan duduk bersila di hadapan Buddha mendengar ceramah Buddha. Buddha duduk bersila dengan welas asih dan mulai bercerita kepada murid-muridnya.

Nasib Kakek yang Dikucilkan Keluarganya

Seorang pria tua yang lemah, karena kondisinya, terpaksa harus tinggal bersama dengan anaknya, menantu perempuan, dan cucu berusia empat tahun.

Karena umurnya sudah tua dan kondisi kesehatan yang sudah menurun, membuat tangan kakek itu selalu gemetaran, penglihatannya kabur, dan langkahnya tertatih-tatih.

Saat mereka sekeluarga makan bersama di meja makan, karena tangan selalu gemetar dan gangguan penglihatannya, membuat kakek mendapat kesulitan untuk makan. Ketika menyendok makanan, nasi atau lauk meluncur dari sendoknya jatuh ke lantai, ketika dia memegang gelas, susu tumpah di taplak meja.
close