KOMENTAR POSITIF
Banyak komentar negatif, juga ada komentar positif yang saya terima mengenai isi buku saya. Mengenai komentar positif saya tidak ingin menulis banyak penjelasan, hanya garis besarnya saja.
1. Komentar pertama : Mengenai bahasa yang saya gunakan.
Sejak awal saya sudah memiliki keinginan untuk menulis dengan bahasa yang mudah dimengerti. Menghindari penggunaan dan istilah yang diambil dari bahasa asing, kecuali memang terpaksa harus digunakan sebab kata dan kalimat tersebut sudah banyak dipakai dalam bahasa Indonesia atau sudah di-Indonesiakan.
Ia yang mengenal Dhamma akan hidup berbahagia dengan pikiran yang tenang. Orang bijaksana selalu bergembira dalam ajaran yang dibabarkan oleh para Ariya. Dhammapada IV.79
Home- Contact Us
- Artikel Buddhis
- Dhamma Talk
- Meditasi
- Dhammapada
- I. YAMAKA VAGGA
- II. APPAMADA VAGGA
- III. CITTA VAGGA
- IV. PUPPHA VAGGA
- V. BALA VAGGA
- VI. PANDITA VAGGA
- VII. ARAHANTA VAGGA
- VIII. SAHASSA VAGGA
- IX. PAPA VAGGA
- X. DANDA VAGGA
- XI. JARA VAGGA
- XII. ATTA VAGGA
- XIII. LOKA VAGGA
- XIV. BUDDHA VAGGA
- XV. SUKHA VAGGA
- XVI. PIYA VAGGA
- XVII. KODHA VAGGA
- XVIII. MALA VAGGA
- XIX. DHAMMATTHA VAGGA
- XX. MAGGA VAGGA
- XXI. PAKINNAKA VAGGA
- XXII. NIRAYA VAGGA
- XXIII. NAGA VAGGA
- XXIV. TANHA VAGGA
- XXV. BHIKKHU VAGGA
- XXVI. BRAHMANA VAGGA
- Sutta
- Paritta
- Gallery
Showing posts with label PERTANYAAN DAN KOMENTAR TENTANG SPIRITUAL. Show all posts
Showing posts with label PERTANYAAN DAN KOMENTAR TENTANG SPIRITUAL. Show all posts
Monday, 5 December 2016
Pertanyaan dan Komentar Tentang Spiritual (Bagian Keenam)
KOMENTAR MIRING / NEGATIF
Sejak buku pertama saya berjudul "Ibadah Dari Vihara ke Vihara" beredar pada tahun 2005, pertanyaan dan komentar mengenai isinya mulai muncul.
Setelah buku ke-3 berjudul "Menelusuri Jalan Spiritual" beredar, makin banyak pertanyaan dan komentar mengenai isinya. Sampai sekarang setelah buku ke-11 "pelangi ilmu spiritual" beredar, lebih banyak lagi pertanyaan dan komentar yang sampai pada saya secara langsung maupun tidak langsung, sudah sulit saya hitung.
Sejak buku pertama saya berjudul "Ibadah Dari Vihara ke Vihara" beredar pada tahun 2005, pertanyaan dan komentar mengenai isinya mulai muncul.
Setelah buku ke-3 berjudul "Menelusuri Jalan Spiritual" beredar, makin banyak pertanyaan dan komentar mengenai isinya. Sampai sekarang setelah buku ke-11 "pelangi ilmu spiritual" beredar, lebih banyak lagi pertanyaan dan komentar yang sampai pada saya secara langsung maupun tidak langsung, sudah sulit saya hitung.
Sunday, 4 December 2016
Pertanyaan dan Komentar Tentang Spiritual (Bagian Kelima)
PEMAHAMAN SPIRITUAL
l. Dalam laku spiritual mengapa perlu menderita?
Apakah ada jalan lain yang tidak perlu menderita?
Mungkin ada jalan terobosan?
Pertanyaan ini saya terima 10 tahun yang lalu dari seorang anggota kelompok spiritual universal ini.
Sudah banyak saya tulis dalam buku saya tentang penderitaan, perlunya penderitaan, apalagi bagi seorang pelaku spiritual murni.
l. Dalam laku spiritual mengapa perlu menderita?
Apakah ada jalan lain yang tidak perlu menderita?
Mungkin ada jalan terobosan?
Pertanyaan ini saya terima 10 tahun yang lalu dari seorang anggota kelompok spiritual universal ini.
Sudah banyak saya tulis dalam buku saya tentang penderitaan, perlunya penderitaan, apalagi bagi seorang pelaku spiritual murni.
Friday, 2 December 2016
Pertanyaan dan Komentar Tentang Spiritual (Bagian Keempat)
ARWAH DAN ALAM ARWAH
l. Surga itu apa dan dimana?
Hampir setiap hari saya membaca berita duka di koran yang berisi tulisan "Telah berpulang ke rumah Bapa di surga..." Di dalam upacara duka sering saya dengar kata penghiburan seperti, "Nanti kita akan berkumpul kembali di surga." Atau. "Dia (almarhum) telah bebas dari penderitaan dan telah berada di surga" dan lain-lain.
l. Surga itu apa dan dimana?
Hampir setiap hari saya membaca berita duka di koran yang berisi tulisan "Telah berpulang ke rumah Bapa di surga..." Di dalam upacara duka sering saya dengar kata penghiburan seperti, "Nanti kita akan berkumpul kembali di surga." Atau. "Dia (almarhum) telah bebas dari penderitaan dan telah berada di surga" dan lain-lain.
Pertanyaan dan Komentar Tentang Spiritual (Bagian Ketiga)
SPIRITUAL ILAHI
l. Apakah setiap orang memiliki guru roh?
Beberapa kali saya menerima pertanyaan seperti diatas, saya katakan tidak. Setiap orang tidak memiliki guru roh, dalam arti memiliki adalah sudah ada di dalam dirinya.
Guru roh tidak pernah datang sendiri, kecuali anda orang istimewa. Guru roh perlu dicari dan ditemukan.
l. Apakah setiap orang memiliki guru roh?
Beberapa kali saya menerima pertanyaan seperti diatas, saya katakan tidak. Setiap orang tidak memiliki guru roh, dalam arti memiliki adalah sudah ada di dalam dirinya.
Guru roh tidak pernah datang sendiri, kecuali anda orang istimewa. Guru roh perlu dicari dan ditemukan.
Pertanyaan dan Komentar Tentang Spiritual (Bagian Kedua)
PENYAKIT NON MEDIS
l. Mengapa proses penyembuhan spiritual perlu bertahap?
Proses penyembuhan spiritual memang berbeda dengan penyembuhan medis. Kalau penyakit medis, orang yang sakit flu, diare dan sakit pinggang, dokter dapat sekaligus memberikan obat flu, obat diare dan obat sakit pinggang, dan orang tersebut dapat sembuh dari berbagai sakit yang dideritanya tadi dalam waktu bersamaan atau hampir bersamaan.
l. Mengapa proses penyembuhan spiritual perlu bertahap?
Proses penyembuhan spiritual memang berbeda dengan penyembuhan medis. Kalau penyakit medis, orang yang sakit flu, diare dan sakit pinggang, dokter dapat sekaligus memberikan obat flu, obat diare dan obat sakit pinggang, dan orang tersebut dapat sembuh dari berbagai sakit yang dideritanya tadi dalam waktu bersamaan atau hampir bersamaan.
Thursday, 1 December 2016
Pertanyaan dan Komentar Tentang Spiritual (Bagian Pertama)
KLENTENG DAN SEMBAHYANG
l. Apakah untuk ibadah sembahyang di beberapa klenteng dengan altar dewa yang berbeda-beda boleh memakai persembahan yang sama?
Mau memakai persembahan yang sama boleh-boleh saja, akan tetapi lebih baik kalau memakai persembahan khusus yang dikehendaki oleh dewa di altar.
l. Apakah untuk ibadah sembahyang di beberapa klenteng dengan altar dewa yang berbeda-beda boleh memakai persembahan yang sama?
Mau memakai persembahan yang sama boleh-boleh saja, akan tetapi lebih baik kalau memakai persembahan khusus yang dikehendaki oleh dewa di altar.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)
