Showing posts with label Artikel Buddhis. Show all posts
Showing posts with label Artikel Buddhis. Show all posts

Friday, 15 January 2016

Vihara Buddha Yang Pertama Di Eropa Dibangun Di Belgrade Serbia

www.bodhi-prajna.com
Vihara Buddha Pertama Di Eropa / Belgrade, Serbia. Foto : Wikipedia
Meskipun Cina terletak pada ribuan kilometer jauhnya dari Serbia, ada hubungan historis antara kedua negara. Vihara Buddha yang pertama di Eropa terletak di ibukota Serbia Belgrade.

Pekan lalu, Confucius Institute of Belgrade dan Asosiasi Qigong dari Serbia mengadakan kuliah tentang Kalmyks dan Umat Buddha yang tinggal dan bekerja di Serbia di galeri "O3one" di Belgrade.
Masyarakat Kalmyk atau Kalmyks sebagaimana mereka disebut, mulai bermigrasi dari tanah air mereka dari Dzungaria pada abad ketujuh belas. Mereka melakukan perjalanan ke barat sampai mereka mencapai Don plain, di mana mereka dibesarkan dan hidup nomaden. Masyarakat Kalmyks berjuang sebagai penunggang kuda elit di tentara Rusia, berdampingan dengan Cossack, membela perbatasan selatan kekaisaran. Sejak itu, daerah barat laut dari Laut Kaspia telah disebut "Kalmykia" (hari ini adalah sebuah republik di Federasi Rusia), dan ada yang Kalmyks berjuang untuk mendapatkan otonomi.

Aktor Steven Seagal Berencana Bangun Kembali Vihara Buddhis Di Serbia

www.bodhi-prajna.com
Aktor Steven Seagal dengan Perdana Menteri Serbia Aleksandar Vucic. Foto :  warriorzen.com
Setelah menerima kewarganegaraan Serbia, aktor AS Steven Seagal berencana untuk tetap sibuk: ia berencana untuk mengembangkan sinematografi Serbia, mempromosikan seni bela diri dan bahkan membangun sebuah kuil kuno Buddha di Belgrade, Seagal mengatakan Sputnik dalam sebuah wawancara eksklusif.

Selama akhir pekan lalu, Seagal diberikan kewarganegaraan Serbia setelah Perdana Menteri negara itu Aleksandar Vucic menandatangani keputusan khusus pada tanggal 8 Januari 2016. Keputusan itu muncul setelah Seagal melakukan beberapa kunjungan ke negara itu selama beberapa bulan terakhir.

Seagal memiliki rencana besar untuk Serbia. Dia mengatakan dia meminta kewarganegaraan Serbia karena dia berencana untuk mengembangkan negara.

Wednesday, 13 January 2016

Rasa Sakit Adalah Guru Yang Merubah Kita ke Arah Yang lebih Baik

“Di dalam diri kita, segalanya telah tersedia untuk satu hal yang paling mendasar, hal yang paling diinginkan oleh semua makhluk hidup, yakni kebahagiaan. Kebanyakan diri kita, ke mana mencarinya? Umumnya banyak yang mencari kebahagiaan itu di luar diri.” (Pema Chodron)

Sebelum namanya dikenal sebagai guru spiritual, ia adalah seorang perempuan sederhana. Berkeinginan seperti perempuan pada umumnya, menikah, memiliki keluarga kecil, dan mempunyai keharmonisan keluarga, serta kebersamaan di dalam keluarga.

Setelah bertahun-tahun setia menemani suami tercinta, baik dalam suka maupun duka. Setelah merawat suaminya yang sakit, dan melihat suami terkasihnya sembuh, ia tentu merasa bahagia. Tetapi ternyata kehidupan memiliki caranya sendiri dalam membimbing manusia.

Suaminya yang tersembuhkan dari penyakit kemudian mengucapkan terima kasih pada istrinya. Selain mengucapkan terima kasih karena telah dirawat dengan baik, ia tak lupa mengucapkan permintaan maafnya, bahwa ia telah jatuh hati pada perempuan lain, dan minggu depannya mereka akan menikah.

Biksu Zen Thich Nhat Hanh Kembali ke Plum Village

www.bodhi-prajna.com
Komunitas monastik dan pusat meditasi Plum Village mengumumkan kembalinya Master Zen Thich Nhat Hanh, yang akrab dipanggil Thay, ke tempat tinggalnya di monasteri yang terletak di Dordogne, di Perancis Selatan itu pada Jumat (8/11). Thay baru kembali dari Amerika Serikat usai mendapatkan perawatan medis.

November 2014 lalu, Thay dilarikan ke rumah sakit di Perancis karena mengalami pendarahan di otaknya. Setelah beberapa bulan melakukan terapi di klinik rehabilitasi Bordeaux University Hospital, Thay kembali ke Plum Village pada April 2015 bersama iringan sangha dan tim perawat yang merawatnya agar dapat segera pulih. Pada 11 Juli 2015, Thay diterbangkan ke San Francisco, AS untuk menjalani perawatan yang lebih mendalam di UCSF Medical Center, di mana Thay berhasil mengucapkan kata pertamanya sejak serangan stroke pertamanya.

Pada awal tahun baru 2016 ini terbit sebuah berita di situs resmi Plum Village yang menyampaikan keinginan Thay, yang genap berusia 89 tahun pada Oktober lalu, untuk kembali ke tempat tinggalnya di Plum Village.

Thursday, 31 December 2015

Kamboja Menyelenggarakan Kongres Para Bhikkhu Seluruh Kamboja Ke-24

Pertemuan Kongres Para Bhikkhu Kamboja Ke-24 diadakan selama dua hari di Balai Konferensi Chaktomuk, Phnom Penh, pada Selasa (29/12/2015). 

Kongres yang mempersatukan sekitar 800 bhikkhu senior dari seluruh Kamboja untuk meninjau kembali pencapaian yang telah diraih pada tahun 2015 ini dan menetapkan rencana kegiatan untuk tahun depan, Kongres ini dibuka oleh Presiden Majelis Nasional Kamboja Heng Samrin.

Seperti yang dilansir Agence Kampuchea Press, Selasa (29/12/2015), kegiatan tersebut bertujuan untuk menilai hasil pelaksanaan deklarasi yang dibuat oleh pimpinan bhikkhu di tahun sebelumnya melalui diskusi dan pertukaran pendapat mengenai urusan agama dan menetapkan tujuan untuk memperkuat pelaksanaannya sesuai dengan struktur manajemen bagi pertumbuhan Agama Buddha.

Atas nama Raja Norodom Sihamoni, Heng Samrin menekankan bahwa acara tahunan tersebut akan memberikan perhatian pada penguatan struktur manajemen dan pengawasan, menghormati dan melaksanakan Dhamma dan Vinaya (peraturan disiplin).

Menurut Menteri Agama dan Kepercayaan Kamboja Min Khin, saat ini terdapat 4.755 vihara dan 59.516 viharawan di seluruh Kamboja.

Para bhikkhu di Kamboja terdiri dari dua tradisi besar yaitu tradisi Maha Nikaya yang dipimpin oleh Y.M. Sangharaja Non Nget, dan tradisi Dhammayuttika Nikaya yang dipimpin oleh Y.M. Sangharaja Bour Kry.

Dan untuk mempersatukan kedua tradisi tersebut gelar Sangharaja Agung dibentuk, yang kini dipimpin oleh Y.M. Tep Vong.

Sumber : http://berita.bhagavant.com/

Wednesday, 30 December 2015

Dharma Optimis atau Realistis? Berharap atau Memutuskan?

Dharma, optimis atau realistis? Itu sebuah pertanyaan sederhana, namun apabila dijawab, ulasannya cukup menarik. Saat pertama kali bayi mencoba untuk berjalan, apa yang akan terjadi? Apakah bayi ini langsung bisa berjalan seperti halnya orang dewasa atau dengan perlahan-lahan dan akan sering terjatuh? Sudah pasti perlahan dan sering terjatuh. Lalu apa yang dipikirkan orangtuanya ketika melihat bayinya berkali-kali terjatuh?

Apakah orangtua berharap bayinya bisa berjalan sendiri, berharap bayinya tidak terjatuh, berharap bayinya tidak menangis setelah terjatuh, atau orangtuanya memutuskan untuk menemaninya berlatih berjalan, memegang kedua tangannya dengan hati-hati, dan dengan sabar membangunkannya kembali saat terjatuh sampai akhirnya bisa berjalan sendiri. Tentu memutuskan menemani bayinya berlatih berjalan lebih tepat ketimbang berharap bayinya bisa mandiri.

Optimis atau realistis, nampaknya dua kata ini memiliki makna yang sepadan, namun terdapat perbedaan operasionalnya. Saat kita diajarkan tentang arti semangat, mungkin kata yang tepat adalah optimis, selalu berpengharapan baik dalam segala hal. Ketika ada masalah, kita diajarkan sebaiknya bersikap optimis, bisa melewati masalah itu dan ada jalan keluarnya. Nah, di saat kita optimis, harapan untuk bisa menyelesaikan masalah pun muncul.

Sunday, 27 December 2015

Melihat Buddha Bamiyan di Afghanistan dengan Proyeksi Laser

bodhi-prajna.blogspot.com

Dengan teknologi proyeksi laser 3D, rupaka atau arca Buddha Bamiyan raksasa di Afghanistan direkonstruksi dalam bentuk hologram 3D yang dikerjakan selama 2 hari dari 6 hingga 7 Juni 2015.

Sejak dihancurkan dengan dinamit oleh pasukan Taliban pada sebelas tahun yang lalu tepatnya sejak 2 Maret 2001, kini rupaka Buddha Bamiyan direkonstruksi dalam bentuk hologram dengan teknologi proyeksi sinar laser 3D atas prakarsa dari pasangan suami-istri asal Tiongkok, Zhang Xinyu dan Liang Hong yang merasa sedih atas hancurnya dua rupaka Buddha yang dipahat pada abad ke-6 tersebut.

Indahnya Borobudur di Thailand

bodhi-prajna.blogspot.com

Kemasyuran akan kemegahan Candi Borobudur sebagai warisan budaya Buddhis Indonesia tidak diragukan lagi. Hingga ke mancanegara, keindahan arsitekturnya yang menakjubkan membuat berbagai kalangan terkesan dan terinspirasi olehnya.

Terletak di dalam kompleks Vihara Prachakomwanaram (Wat Prachakomwanaram) atau Vihara Pa Kung (Wat Pa Kung) di Distrik (Amphoe) Si Somdet, Provinsi Roi Et, Thailand Utara, 25 km dari Distrik Muang, Provinsi Roi Et, sebuah kompleks stupa berjenjang yang besar yang disebut Cetiya Hin Sai, berdiri dengan kokoh.

Cetiya Hin Sai, disebut-sebut sebagai “Borobudur dari Thailand” karena bentuknya yang memang menyerupai Candi Borobudur yang ada di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia.

Friday, 25 December 2015

Museum Buddhis Pertama Vietnam Dibuka di Da Nang

bodhi-prajna.blogspot.com

Museum kebudayaan Buddhis yang untuk pertama kalinya ada di Vietnam akan resmi dibuka di pusat Kota Da Nang dengan menampilkan lebih dari 500 benda-benda antik Buddhis termasuk artefak yang diberi peringkat sebagai harta nasional.

Museum Kebudayaan Buddhis yang berada di dalam Vihara Quan The Am (Avalokitesvara) di Distrik Ngu Hanh Son telah mendapatkan izin dari pemerintah kota dan berdiri pada akhir 2014 yang lalu.

Kebijaksanaan Buddhis untuk Pendidikan Jurnalisme ASEAN

Sebuah simposium yang membahas kurikulum pendidikan junarlisme di negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) melakukan penelaahan penerapan kebijaksanaan Buddhis dan agama besar Asia lainnya seperti Hindu dan Kong Hu Cu ke dalam kurikulum tersebut.

Para sarjana komunikasi, praktisi media dan filsuf dari seluruh Asia di antaranya dari Thailand, India, Sri Lanka, Bhutan, Korea Selatan, Laos, Kamboja, Malaysia dan Singapura, bertemu dalam sebuah simposium di Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Thailand, pada 14-15 Desember 2015, untuk merevisi kurikulum pendidikan jurnalisme di ASEAN.

Simposium yang berada di bawah proyek besar bertema “Komunikasi Berkesadaran untuk Integrasi ASEAN” (Mindful communication for ASEAN Integration) tersebut telah disetujui dan didanai oleh Program Internasional untuk Pengembangan Komunikasi (International Programme for the Development of Communication – IPDC), sebuah program dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan materi-materi kursus dan melatih para pelatih untuk menerapkan kurikulum untuk pendidikan jurnalisme di ASEAN yang baru ditinjau.

Thursday, 24 December 2015

Diskriminasi Membuat Sejumlah Umat Buddha Tidak Memiliki Akta Nikah Sampai Tua



Di beberapa tempat, perlakuan diskriminasi paling terasa salah satunya dalam hal pengurusan surat-surat kependudukan. Di Temanggung, Jawa Tengah, perilaku diskrimasi tersebut membuat sejumlah pasangan umat Buddha status pernikahannya tidak diakui oleh negara secara resmi, bahkan sampai anaknya telah dewasa.

Ini yang mendorong Darwanti memilih mengabdikan dirinya sebagai Pegawai Pembantu Pencatatan Perkawinan Buddha (P4B) di wilayah Temanggung walaupun dengan upah yang sangat kecil.

Darwanti adalah putri asli Temanggung yang lahir pada tanggal 5 Januari 1965 di Dusun Mruah, Desa Tleter, Kecamatan Kaloran. Ia ditunjuk oleh Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (Magabudhi) pada tahun 2007 menjadi P4B, kemudian diajukan ke Kementerian Agama dan Catatan Sipil hingga mendapat Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Tengah. Namun walaupun mendapat SK Gubernur, P4B tidak mendapatkan gaji, hanya mendapat insentif Rp 20 ribu per bulan.

Angkor Wat Larang Turis Selfie Bareng Bhikkhu



Angkor Wat memperketat aturan kunjungan bagi turis mancanegara. Salah satunya Angkor Wat melarang turis selfie bersama dengan bhikkhu.

Angkor Wat di Kamboja menjadi salah satu tujuan wisata terpopuler di dunia. Puluhan ribu turis mengunjungi Angkor Wat setiap tahunnya. Sayangnya, tidak semua turis yang berkunjung ke Angkor Wat menjaga etika mereka. Karena itu, pengelola Angkor Wat merilis video baru yang bertujuan mendesak wisatawan mengikuti kode etik di sana.

Saturday, 19 December 2015

Seniman Thailand Buat Pahatan Es Buddha Tertinggi di Dunia



Prachuap Khiri Khan, Thailand – Satu tim seniman pemahat es memahat pahatan es Buddha tertinggi di dunia dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Raja Thailand yang ke-88, pada Sabtu (12/2015).

Berlokasi di lapangan terbuka di depan Stasiun Kereta Api Hua Hin, di Distrik Hua Hin, Provinsi Prachuap Khiri Khan, pemahatan pahatan es Buddha setinggi 599 cm yang terbuat dari 99 balok es tersebut disaksikan oleh para warga dan turis asing. Kegiatan ini menambah warna bagi perayaan HUT Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej.

Seperti yang dilansir Manager Online, Sabtu (5/12/2015),  para warga yang menyaksikan dan berpartisipasi mengikuti kegiatan tersebut menggunakan baju berwarna kuning dan membawa lilin. Mereka berkumpul di depan ruang tunggu kerajaan di stasiun kereta api dan menyanyikan lagu tema HUT yang berjudul “Bapak Bangsa” (พ่อของแผ่นดิน). Mereka juga menuliskan ucapan penghargaan di sebuah papan berbentuk peta Thailand.

Somdet Phra Nyanasamvara Suvaddhana Mahathera


bodhi-prajna.blogspot.com

Somdet Sangharaja Thailand (Suvaddhana Mahathera, Charurn Gajavatra) (3 October 1913-24 October 2013)

Yang dipermuliakan Somdet Phra Nyanasamvara (Suvaddhana Mahathera) mempunyai nama asal 'Caroen', dan nama keluarga 'Khocchawat', dilahirkan di Propinsi Kancanaburi pada tanggal 3 Oktober 1913, bertahbis menjadi samanera ketika berusia 14 tahun di Wat Thevasangkharam, Kancanaburi, lalu belajar pendidikan Dhamma di Wat Bovornnisvesviharn hingga genap usia berupasampada. Beliau berupasampada di Wat Bovornnivesviharn pada tanggal 15 februari 1936 dengan Yang Dipermuliakan Royal Somdet Sangharaja Kromluang Vajiranyanavong bertindak sebagai upajjahaya. Beliau lalu berdiam dan melanjutkan pendidikan di Wat Bovornnisviharn hingga menuntaskan pendidikan dhamma media bahasa pali tingkat sembilan pada tahun 1941.

Ratusan Ribu Umat Hadiri Kremasi Jenazah Mendiang Sangharaja Thailand



Kremasi jenazah mendiang Sangharaja Thailand, Y.M. Nyanasamvara Suvaddhana Mahathera (Somdet Phra Nyanasamvara Suvaddhana) yang dilaksanakan pada Rabu sore (16/12/2015) dihadiri oleh ratusan ribu orang.

Setelah dua tahun disemayamkan, jenazah mendiang Sangharaja Thailand, Somdet Phra Nyanasamvara Suvaddhana akhirnya dikremasi dengan upacara utama disponsori oleh kerajaan diadakan di Vihara Rajavara Debsirindrawas (Wat Debsirindrawas Ratchaworawihan) di Bangkok. Sedangkan vihara-vihara lainnya di berbagai provinsi di Thailand mengadakan puja bakti bersama.

Seperti yang dilansir Bangkok Post Rabu (16/12/2015), para pemimpin Sangha dan perwakilan dari komunitas Buddhis dari 13 negara tiba di Thailand untuk menghadiri upacara kremasi tersebut.

Thursday, 17 December 2015

Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Buddha Setelah Lulus Didorong untuk Kembali ke Daerah Asal

Minggu (13/12), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Nalanda mengadakan Sangha Dana. Selain mahasiswa Nalanda, acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa dari STAB Maha Prajna, mahasiwa STABN Sriwijaya, Kesatuan Mahasiswa Hindu Buddha (KMHB) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI), Ikatan Alumni Nalanda (ILUNA), dan juga umat Buddha dari berbagai wilayah di Jakarta Timur.

Tak heran jika Sangha Dana kali ini terbilang istimewa. “Meskipun sudah agak terlambat dan dilaksanakan dengan penuh kesahajaan, saya rasa ini adalah perayaan Sangha Dana yang paling elit, karena apa? Karena acara ini dihadiri oleh para cendekiawan Buddhis,” ujar Sutrisno, pembantu ketua 1 bidang akademik Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Nalanda merujuk pada banyaknya mahasiswa dari berbagai kampus atau organisasi.

Tuesday, 27 October 2015

Mantan Pacar Pesepakbola Legendaris Manchester United Ini Menjadi Bhiksuni


Pesepakbola legendaris klub Manchester United (Inggris) dan timnas Irlandia Utara George Best dikenal sebagai salah satu pesepakbola playboy. Pria yang meninggal tahun 2005 itu kerap bergonta-ganti pacar. Salah satu wanita yang membuat Best jatuh hati adalah model Jackie Glass.

Glass merupakan cinta pertama Best. Sayangnya hubungan mereka tidak berlanjut sampai ke pelaminan. Glass kini sudah meninggalkan kehidupan duniawi. Dia memilih menjadi seorang bhiksuni tradisi Vajrayana.

Baru-baru ini Glass menuturkan kisah cintanya dengan Best dan perjalanan hidupnya sehingga berubah dari seorang model menjadi pemuka agama.

Monday, 19 October 2015

Y.A Mahabhikkhu Ashin Jinarakkhita Mahathera

bodhi-prajna.blogspot.com
Bhikkhu Ashin Jinarakkhita, terlahir The Boan An, juga dikenal dengan panggilan Su Kong merupakan orang Indonesia pertama yang ditahbiskan menjadi bhikkhu setelah 500 tahun runtuhnya kerajaan Majapahit saat ia ditahbiskan pada tahun 1953. Dia merupakan salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam perkembangan Buddhis di Indonesia modern. Selain mempelajari kimia di Groningen, Belanda dia juga mendalami agama Buddha. Pada Juni 1953 ia ditahbiskan dalam tradisi Mahayana di Jakarta. Pembimbingnya menganjurkan agar ia belajar lebih lanjut di Myanmar, karena itu pada tahun yang sama ia masuk Sasana Yeiktha di Yangon untuk belajar meditasi satipatthana di bawah bimbingan Mahasi Sayadaw. Pada tahun berikutnya ia ditahbiskan menjadi bhikkhu dan mengambil nama Ashin Jinarakkhita. Pada tahun 1955 ia kembali ke Jawa dan dengan kerja keras membangun kembali vihara-vihara dan biara-biara Buddhis.

Y.M. Ashin Jinarakkhita Mahasthavira, yang lahir di kota Bogor, 23 Januari 1923, wafat 18 April 2002  di Rumah Sakit Pluit Jakarta dalam usia 80 tahun,disemayamkan di Vihara Ekayana Jl. Mangga II, Tanjung Duren, Jakarta barat, diperabukan di krematorium Yayasan Bodhisattva, Lempasing, Bandar Lampung.

Y.M. Ashin Jinarakkhita Mahasthavira dengan nama The Boan An, bagaikan mengikuti perjalanan waktu menelusuri sejarah perkembangan agama Buddha di Indonesia. Sang PELOPOR KEBANGKITAN AGAMA BUDDHA di INDONESIA, itulah julukan yang disandangnya.

Y.M. Ashin Jinarakkhita Mahasthavira diusulkan Penerima Anugerah Bintang Maha Putra oleh Menteri Agama, Prof Dr Said Agil Al Munawar.

Abu jenazah Y.M. Ashin Jinarakkhita Mahasthavira dibawa pulang ke tanah Jawa dan disemayamkan di Vihara Sakyawanaram Pacet, Jawa Barat, tempat selama ini Bhante Ashin bermukim. Di sana pula akan dibangun sebuah Aula yang akan diberi nama Ashin Jinarakkhita Graha oleh Majelis Buddhayana Indonesia (MBI).

Saturday, 5 September 2015

Patung Buddha Raksasa Leshan Menangis Empat Kali

bodhi-prajna.blogspot.com

Leshan Buddha Raksasa adalah patung Buddha terbesar yang pernah ada. Patung ini terletak di timur Kota Leshan, Provinsi Sichuan, Cina. Dipahat di pinggir sebuah bukit pada abad ke 8 masehi di pertemuan tiga sungai. Ketiga sungai itu adalah Sungai Min, Sungai Qingyi dan Sungai Dadu. Patung Buddha ini mempunyai tinggi 233 kaki dan merupakan patung Buddha terbesar di dunia. Selain itu detail dari patung ini dapat tercermin dari 1.021 sanggul yang bergelung di rambut Sang Buddha. Sistem arsitektur pembuangan air pun tersebar di bagian tangan, kepala, belakang telinga dan pakaian, membuat patung Leshan tetap kering sehingga tidak mudah rusak. Pembuatan patung ini dimulai pada tahun 713 masehi pada zaman Dinasti Tang atas inisiasi dari Hai Tong, seorang Biksu Buddha dan selesai pada tahun 803.

Dipahat di tebing, Buddha Raksasa Leshan adalah patung dengan mata sedikit terbuka yang murah hati, menghadap pada pertemuan beberapa sungai. Tapi kadang-kadang Sang Buddha  terlihat menangis, dan luar biasanya saat menangis dengan mata tertutup!

Patung batu setinggi 233 kaki, yang dibangun di Provinsi Sichuan pada masa Dinasti Tang dimana Sungai Minjiang, Dadu dan Qingyi bertemu.

Merupakan patung Maitreya, dengan konstruksi yang menghabiskan 90 tahun untuk dapat menyelesaikannya. Patung tersebut ditempatkan di sana dengan harapan akan memberi keselamatan bagi kapal yang lewat  melalui perairan yang arusnya sangat kuat tersebut.

Di Manakah Makam Genghis Khan ?

Baru-baru ini, tim arkeolog berhasil menemukan struktur yang hilang, yang digunakan oleh Genghis Khan dan pasukannya untuk melakukan sejumlah penaklukkannya yang terkenal. Namun, meskipun antusiasme terus berdatangan dari para peneliti seluruh penjuru dunia tentang sisa-sisa kekuasaan Mongolia kuno, tempat peristirahatan terakhir dari sang penakluk besar itu justru masih terus menjadi misteri.

Legenda mengatakan bahwa 2.000 orang saksi yang kembali dari pemakaman Genghis Khan semuanya dibunuh untuk menjaga kerahasiaan tempat peristirahatan sang panglima perang, seperti dituturkan oleh National Geographic. Apakah cerita ini benar atau tidak, kita mungkin tidak pernah mengetahuinya.

Namun pada kenyataannya, setelah puluhan tahun pencarian dengan biaya yang tidak sedikit, dan bahkan dengan teknologi pencitraan satelit modern saat ini, tempat peristirahatan terakhirnya tetap misteri.

Temujin

Temujin, atau yang lebih dikenal sebagai Genghis Khan, bermakna “besi”, dan nama itu terasa berarti sepanjang hidupnya seiring dengan penaklukkan Mongolia di hampir seluruh Dunia Timur selama awal abad ke-12 hingga ke-13.

Lahir pada 1162, Temujin akhirnya membangun sebuah kerajaan yang akan membentang dari Samudra Pasifik hingga wilayah Hungaria di Eropa Timur. Kerajaan ini menjadi yang terbesar yang pernah ada di dunia, dan seperti Alexander Agung yang membuka jalan bagi Dunia Barat, Temujin juga turut membentuk budaya Timur menjadi seperti sekarang ini,.
close