Just knowing is not enough, should be practiced in real action. - Master Cheng Yen
Ia yang mengenal Dhamma akan hidup berbahagia dengan pikiran yang tenang. Orang bijaksana selalu bergembira dalam ajaran yang dibabarkan oleh para Ariya. Dhammapada IV.79
Home- Contact Us
- Artikel Buddhis
- Dhamma Talk
- Meditasi
- Dhammapada
- I. YAMAKA VAGGA
- II. APPAMADA VAGGA
- III. CITTA VAGGA
- IV. PUPPHA VAGGA
- V. BALA VAGGA
- VI. PANDITA VAGGA
- VII. ARAHANTA VAGGA
- VIII. SAHASSA VAGGA
- IX. PAPA VAGGA
- X. DANDA VAGGA
- XI. JARA VAGGA
- XII. ATTA VAGGA
- XIII. LOKA VAGGA
- XIV. BUDDHA VAGGA
- XV. SUKHA VAGGA
- XVI. PIYA VAGGA
- XVII. KODHA VAGGA
- XVIII. MALA VAGGA
- XIX. DHAMMATTHA VAGGA
- XX. MAGGA VAGGA
- XXI. PAKINNAKA VAGGA
- XXII. NIRAYA VAGGA
- XXIII. NAGA VAGGA
- XXIV. TANHA VAGGA
- XXV. BHIKKHU VAGGA
- XXVI. BRAHMANA VAGGA
- Sutta
- Paritta
- Gallery
Tuesday, 11 February 2014
Kata Perenungan Master Cheng Yen
Label:
Foto
,
Kata-Kata Bijak
,
Syair Perenungan
Monday, 10 February 2014
Soen Seung Sahn
"Ketika pikiran muncul, dharma muncul. Ketika dharma muncul, bentuk muncul Dan ketika segala jenis bentuk muncul, maka penderitaan akan muncul:... Hidup dan mati, kebahagiaan dan ketidakbahagiaan, baik dan jahat, suka dan tidak suka, datang dan pergi. Pikiran menghilang, dharma menghilang. Dharma menghilang, bentuk menghilang. Dari menghilang, kehidupan dan kematian, baik dan buruk, senang dan bahagia, datang dan pergi-semuanya menghilang. Jadi jangan membuat pikiran, oke? "
~ Soen Seung Sahn
Saturday, 8 February 2014
Seni Hidup Meditasi Vipassana
Setiap orang mencari kedamaian dan keharmonisan, karena inilah yang kurang dalam kehidupan kita. Dari waktu ke waktu kita semua mengalami gejolak, gangguan, ketidakharmonisan, penderitaan; dan ketika seseorang menderita karena bergejolak, seseorang tidaklah menyimpan gejolak ini untuk seorang diri saja. Ia juga akan membagikannya ke orang lain. Gejolak akan menyelimuti atmosfir di sekeliling orang yang menyedihkan tersebut. Setiap orang yang berhubungan dengannya juga menjadi terganggu dan bermasalah. Ini pastilah bukan jalan yang tepat untuk hidup.
Label:
Meditasi
Mengapa Kita Ada Disini ?
Pada masa Vassa kali ini, saya tidak mempunyai banyak tenaga, saya tidak begitu sehat, jadi saya datang ke pegunungan ini untuk mendapatkan udara segar. Orang-orang datang berkunjung, tetapi saya tidak benar-benar dapat menerima mereka seperti biasanya karena suara saya sudah hampir habis, dan nafas saya sudah hampir tiada. Kalian dapat menganggapnya sebagai sebuah berkah dengan masih adanya tubuh yang sedang duduk di sini untuk kalian lihat sekarang. Ini adalah pemberkahan di dalam dirinya sendiri. Tak lama lagi kalian tidak akan melihatnya lagi. Nafas akan berakhir, suara akan hilang. Sang Buddha menyebutnya khaya-vayam, kemerosotan dan penghancuran semua fenomena yang berkondisi.
Tuesday, 4 February 2014
Ceramah Master Chin Kung
If you are a leader in an organization, a leader certainly has the power to control, this power must be in harmony with compassion and rules, if only obey their own nature in treating another human being, then this creates bad karma.
Wednesday, 29 January 2014
Kehilangan dan Perolehan
Ada seorang pemuda yang menyadari bahwa dahan pohon bunga terompet yang ditanam diatas balkon apartemennya menjulur kebawah, dia memutuskan akan menarik dahan tersebut dan menggantungkan dibalkonnya sendiri. Tetapi sebelum dia menggerakkan tangannya, dia mengurungkan niatnya, dia beranggapan berbuat demikian terlihat kekanak-kanakan. Oleh sebab itu dahan pohon bunga akhirnya tetap dibiarkan menjulur ke lantai bawah ke balkon tetangga.
Semangkuk Mie
Cerita ini dibawa oleh anak gadis Ny. Hsu yang tinggal di Kao Hsiung. Anak gadisnya pulang dari Amerika pada awal Januari dengan membawa oleh-oleh sebuah sebuah kisah nyata yang menggugah hati.
Kisah ini terjadi pada malam Chu Si (malam menjelang tahun baru imlek) dan tertuang dalam lebih dari 50 halaman. Kisah ini sangat mengharukan banyak orang Jepang. Cerita ini disebut sebagai kisah “Semangkuk Mi Kuah“, yang diterjemahkan oleh Li Kuei Chuen.
Apakah Anda Seperti Seekor Keledai Yang Malang ?
Seekor keledai milik seorang petani, karena tidak berhati-hati, terjatuh ke dalam sumur tua di ladang belakang rumah. Petani telah melakukan segala cara untuk menolong keledai tersebut, tetapi setelah beberapa lama dia sudah kehabisan akal untuk menolong keledainya.
Keledai di dalam sumur tersebut melenguh terus, seolah menangis menahan rasa sakit dan ketakutan.
Binatang Memiliki Perasaan Juga
Kisah yang sangat menyentuh ini terjadi di Hong Kong pada tahun 1988 ketika para pekerja membawa seekor sapi ke pusat pemotongan dimana sapi itu akan dipotong kedalam potongan-potongan dan untuk dijadikan daging rebus.
Ketika mereka semakin dekat dengan tempat pemotongannya, sapinya tiba-tiba berhenti, berlutut dengan air mata yang bercucuran membasahi pipinya. Para penjagal di sana pun tercengang, bagaimana sapi ini tahu bahwa dia akan segera dibunuh di tempat pemotongan sapi ini?
Tuesday, 28 January 2014
Buddhisme Sembuhkan Gaya Hidup Galau
Sebagai agama yang di dalam ajarannya lebih menitikberatkan pada permasalahan pikiran atau batin, Buddhisme terbukti dapat mengatasi dan menyembuhkan gaya hidup galau yang dialami masyarakat dunia, khususnya di era modern saat ini.
Galau atau yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti kacau tidak keruan yang berkaitan dengan pikiran, merupakan keadaan atau kondisi pikiran yang kacau, simpang-siur tidak menentu. Kondisi ini timbul karena tidak mampunya seseorang mengendalikan dan mengatur bentuk-bentuk pikiran yang silih berganti muncul yang dipicu oleh permasalahan yang dihadapinya. Kondisi pikiran yang kacau ini pun akhirnya diikuti dengan munculnya kondisi perasaan yang tidak menentu. Bahkan, dalam kondisi yang parah akan sampai mengakibatkan stres dan depresi.
Dalai Lama
If we human beings rely only on material development, we can’t be sure of a positive outcome. Employing technology motivated by anger and hatred is likely to be destructive. It will only be beneficial if we seek the welfare of all beings. Human beings are the only species with the potential to destroy the world. Because of the risks of unrestrained desire and greed we need to cultivate contentment and simplicity.
Jika kita manusia hanya bergantung pada pengembangan materi, kita tidak bisa yakin dari hasil yang positif. Mempekerjakan Teknologi dimotivasi oleh kemarahan dan kebencian mungkin akan merusak. Ini hanya akan bermanfaat jika kita mencari kesejahteraan semua makhluk. Manusia adalah satu-satunya spesies dengan potensi untuk menghancurkan dunia. Karena risiko keinginan tak terkendali dan keserakahan kita perlu menumbuhkan kepuasan dan kesederhanaan.
Dalai Lama
Jika kita manusia hanya bergantung pada pengembangan materi, kita tidak bisa yakin dari hasil yang positif. Mempekerjakan Teknologi dimotivasi oleh kemarahan dan kebencian mungkin akan merusak. Ini hanya akan bermanfaat jika kita mencari kesejahteraan semua makhluk. Manusia adalah satu-satunya spesies dengan potensi untuk menghancurkan dunia. Karena risiko keinginan tak terkendali dan keserakahan kita perlu menumbuhkan kepuasan dan kesederhanaan.
Dalai Lama
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)




