Daily life then I would be preaching silk age indefinitely, focusing reciting amithuofo. My goal is to natural born Sukhavati, releasing all attachments. I hope that you guys can do that the next generation so that I can retire. I hope you learn seriously, later continuing spread the teachings of Buddha.
Ia yang mengenal Dhamma akan hidup berbahagia dengan pikiran yang tenang. Orang bijaksana selalu bergembira dalam ajaran yang dibabarkan oleh para Ariya. Dhammapada IV.79
Home- Contact Us
- Artikel Buddhis
- Dhamma Talk
- Meditasi
- Dhammapada
- I. YAMAKA VAGGA
- II. APPAMADA VAGGA
- III. CITTA VAGGA
- IV. PUPPHA VAGGA
- V. BALA VAGGA
- VI. PANDITA VAGGA
- VII. ARAHANTA VAGGA
- VIII. SAHASSA VAGGA
- IX. PAPA VAGGA
- X. DANDA VAGGA
- XI. JARA VAGGA
- XII. ATTA VAGGA
- XIII. LOKA VAGGA
- XIV. BUDDHA VAGGA
- XV. SUKHA VAGGA
- XVI. PIYA VAGGA
- XVII. KODHA VAGGA
- XVIII. MALA VAGGA
- XIX. DHAMMATTHA VAGGA
- XX. MAGGA VAGGA
- XXI. PAKINNAKA VAGGA
- XXII. NIRAYA VAGGA
- XXIII. NAGA VAGGA
- XXIV. TANHA VAGGA
- XXV. BHIKKHU VAGGA
- XXVI. BRAHMANA VAGGA
- Sutta
- Paritta
- Gallery
Monday, 13 January 2014
Sunday, 12 January 2014
Bukalah Pintu Hatimu
Moore adalah seorang dokter terkenal dan dihormati, melalui tangannya sudah tak terhitung nyawa yang diselamatkan. Dia tinggal disebuah kota tua di Prancis. 20 tahun yang lalu dia adalah seorang narapidana, kekasihnya mengkhianatinya dan lari ke pelukan lelaki lain.
Oleh karena emosi, dia melukai lelaki itu yang akhirnya menyeretnya ke penjara selama 3 tahun. Dari seorang mahasiswa di universitas ternama lalu menjadi seorang narapidana.
Bodhidharma
Untuk menemukan seorang Buddha, Anda harus melihat sifat Anda.
Siapa saja yang melihat sifat-Nya adalah seorang Buddha. Jika Anda tidak melihat sifat anda, memohon buddha, membaca sutra, memberikan persembahan dan menjaga sila semuanya berguna.
Siapa saja yang melihat sifat-Nya adalah seorang Buddha. Jika Anda tidak melihat sifat anda, memohon buddha, membaca sutra, memberikan persembahan dan menjaga sila semuanya berguna.
Dua Bata Jelek oleh Ajahn Brahm
Setelah kami membeli tanah untuk vihara kami pada tahun 1983, kami jatuh bangkrut. Kami terjerat hutang. Tidak ada bangungan diatas tanah itu, pun tidak sebuah gubuk. Pada minggu-minggu pertama kami tidur diatas pintu-pintu tua yang kami beli murah dari pasar loak. Kami mengganjalkan dengan batu bata pada setiap sudutnya untuk meninggikannya dari tanah (tak ada matras--tentu saja, kami kan bhikkhu hutan).
Taman Kuil oleh Ajahn Brahm
Kuil-kuil Buddhis di Jepang terkenal akan taman-tamannya.
Beberapa tahun yang lampau, terdapatlah sebuah kuil
yang membanggakan tamannya sebagai taman tercantik, diantara semuanya.
Para pelancong berdatangan dari pelbagai penjuru negeri
hanya untuk mengagumi penataannya yang elok,
yang begitu indah dalam kesederhanaannya.
Manfaat Pelimpahan Jasa oleh Bhikkhu Uttamo Thera
Di dalam tradisi kita sebagai umat Buddha, memperingati upacara kematian atau memperingati saat-saat kematian orang yang kita sayangi, saat-saat wafat orang yang kita cintai sesungguhnya telah dimulai sejak jaman Sang Buddha. Tentu saja bukan hanya dengan mengirim makanan, mengirim pakaian kepada orang tua atau almarhum. Ada beberapa hal yang memang diajarkan oleh Sang Buddha dalam upacara peringatan kematian seperti hari ini. Ada dua cerita yang berkembang dalam masyarakat Buddhis. Cerita yang pertama telah sering kita dengar yaitu cerita seorang murid Sang Buddha yang paling sakti, yang paling hebat, bernama Bhante Moggalana.
Saturday, 11 January 2014
Manusia Es Menantang Batas Beku Dengan Meditasi
Daily Telegraph Inggris pada 9 Desember 2013 lalu, melaporkan bahwa Wim Hoff yang dijuluki 'ice man', terkenal di dunia karena memiliki kemampuan luar biasa anti beku. Ia mempertahankan sejumlah Guinness World of Records. Saat ini hampir tidak ada yang mampu bersaing dengannya.
Pada 20 Desember 2013 lalu, Hoff ke Cologne, Jerman, mencoba memecahkan rekor yang diukirnya sendiri di New York, Amerika Serikat pada awal tahun ini. Saat itu, dalam kondisi setengah telanjang ia bertahan selama 1 jam 12 menit di dalam wadah yang dipenuhi dengan es, dan targetnya adalah 1 jam 45 menit.
Belajarlah Memaafkan Orang Lain
Pada suatu hari guru kami menyuruh seluruh murid di dalam kelas keesokkan hari membawa sebuah kantong besar ke sekolah, dia juga menyuruh kami membawa sekantong kentang.
Keesokkan hari ketika tiba jam belajar, guru menyuruh kami menulis nama orang yang tidak ingin kami maafkan, serta menulis kesalahan dan tanggal orang tersebut ketika berbuat kesalahan terhadap anda di atas kentang tersebut, lalu letakkan kentang tersebut ke dalam kantong, ini adalah tugas kami selama sepekan.
Kisah Orang Tua Penjual Tanah
Di desa kami senantiasa tersebar sebuah cerita: Dahulu kala, ada suatu tempat yang berjarak kira-kira dua sampai tiga kilometer arah barat daya dari desa kami, terdapat sebuah dusun yang bernama Gao. Kaum lelaki dusun tersebut bercocok tanam, sedangkan kaum perempuan bertenun. Hidup mereka berkecukupan dan makmur.
Pada suatu hari, dusun itu kedatangan seorang lelaki tua berpakaian compang-camping. Dia memikul dua keranjang bambu besar yang diisi tanah, berjalan di sepanjang jalan untuk dijual. Akan tetapi tidak ada orang yang sudi menanyakannya.
Makna Belas Kasih
Seorang murid sedang mempelajari makna belas kasih, karena masih belum paham lalu bertanya pada gurunya, memintanya untuk menjelaskan.
Gurunya berusaha memberi penjelasan dengan memberi contoh cerita kepada muridnya.
"Ada seorang pria tua sedang mengemis di sudut jalan yang ramai. Pertama, lewatlah seorang wanita tua di depan pengemis itu, karena merasa kasihan padanya , maka dia memberi pengemis itu satu koin emas. Tak lama kemudian lewatlah seorang pedagang di depan pengemis tersebut,
Kisah Pedagang yang Mendapat Siksaan Di Neraka
Pada dinasti Qing, di Jiangxi ada seorang pedagang kain bernama Wu Zhanqi. Orangnya sangat serakah, suka menipu orang, serta sangat licik. Ketika menjual kain, dia selalu akan memberikan contoh kain yang berkualitas bagus untuk ditunjukkan kepada pelanggan agar mendapat kepercayaan dari pelanggan.
Biasanya dengan cara yang dilakukan oleh Wu Zhanqi, banyak pelanggan percaya dan suka dengan contoh kain berkualitas bagus yang ditunjukkan lalu memesan untuk membelinya. Namun setelah pelanggan memastikan kain yang diinginkan, maka dengan licik Wu Zhanqi akan mengganti kain kualitas bagus, yang sesui contoh, dengan kain yang kualitasnya sangat buruk.
Empat Ekor Kuda dan Empat Jenis Manusia
Alkisah, suatu hari Buddha Sakyamuni duduk di pondok sebuah hutan bambu. Para pengikutnya yang bepergian keluar meminta sedekah satu persatu sudah kembali. Mereka mengambil air di pinggir danau, mencuci bersih kaki dan tangan mereka dari debu selama perjalanan.
Mereka dengan tenang datang dan duduk bersila di hadapan Buddha mendengar ceramah Buddha. Buddha duduk bersila dengan welas asih dan mulai bercerita kepada murid-muridnya.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)





