Tuesday, 7 January 2014

Keyakinan Dalam Dhamma

Dhamma, yang secara harfiah berarti sesuatu yang men-dukung, merupakan Kebenaran dalam diri kita, yang dengan berpedoman padanya dan melaksanakannya, kita dapat melintasi samudera kesulitan dan kecemasan. Dhamma juga merupakan formulasi Kebenaran yang dapat kita praktekkan apabila kita tertarik untuk melakukannya. Dalam Dhamma tidak ada dogma atau kepercayaan yang membuta. Seorang umat Buddha bebas untuk menanyakan semua bagian dari Dhamma Sang Buddha dan sesungguhnyalah Sang Buddha pun menganjurkan hal tersebut. Tidak ada sesuatu yang terlarang untuk ditanyakan, tidak ada ajaran yang untuk itu seseorang harus menutup matanya saja dan mempercayainya secara membuta. Ini karena keyakinan (saddha) dalam pengertian Buddhis bukanlah suatu sifat yang membuta, melainkan berkombinasi dengan kebijaksanaan.

Mengakui, Melepaskan dan Memaafkan

http://bodhi-prajna.blogspot.com/
Bagi kamu yang mengalami kesulitan bermeditasi, hal ini disebabkan kamu belum belajar bagaimana melepas pada saat bermeditasi. Mengapa kita tidak bisa melepaskan hal-hal sederhana seperti masa lampau atau masa mendatang? Mengapa kita begitu mempedulikan apa yang telah dilakukan dan dikatakan seseorang terhadap kita hari ini? Semakin banyak kamu memikirkannya, semakin bodohlah jadinya. Seperti pepatah kuno, “Ketika seseorang menyebutmu idiot, semakin sering kamu mengingatnya, maka semakin seringlah mereka telah menyebutmu idiot!” Jika kamu segera melepaskannya, kamu tidak akan pernah memikirkannya lagi. Paling banyak mereka hanya menyebutmu idiot sekali saja. Sudah! Selesai! Kamu bebas!

Pengetahuan dan Kebebasan

Sang Buddha mengajarkan bahwa bermeditasi tentang lima kelompok pencengkeraman adalah meditasi pandangan terang. Ajaran-ajaran Sang Buddha disebut “sutta”, yang berarti “benang”. Ketika seorang tukang kayu ingin menyerut atau menggergaji sepotong balok, dia menarik suatu garis lurus dengan menggunakan benang. Dalam menjalani kehidupan suci, kita menggunakan sutta sebagai benang untuk menarik garis panduan untuk tindakan-tindakan kita. Dalam sutta, Sang Buddha telah memberikan kita garis panduan tentang bagaimana caranya berlatih moralitas, konsentrasi, dan kebijaksanaan. Anda sebaiknya tidak melangkah keluar dari garis tersebut, dan berbicara atau bertindak semau anda. Di bawah ini adalah beberapa kutipan dari sutta-sutta yang berkaitan dengan meditasi tentang lima kelompok pencengkeraman:

Monday, 6 January 2014

Hukum Sebab Musabab

” Yo paticcasamuppadam passati, so Dhammam passati. Yo Dhammam passati,
 so paticcasamuppadam passati.”


(Ia yang melihat Paticcasamuppada, juga melihat Dhamma. Ia yang melihat Dhamma, juga melihat Paticcasamuppada)


~ Maha-hatthipadopama Sutta; Majjhima Nikaya 28 ~




ARTI DARI GAMBAR PATICCASAMUPPADA

    Seekor ayam ; melambangkan keserakahan,
    Seekor ular ; melambangkan kebencian,
    Seekor babi ; melambangkan kegelapan-batin.

Master Chin Kung

Defamed although I would not put it in the liver. is there he malign me? no, in fact he was defamed herself. Why is that? Because if we are not willing to accept it, then it will return to its owner's own.

http://bodhi-prajna.blogspot.com/

Do Everything With a Mind That Lets Go - Ajahn Chah

http://bodhi-prajna.blogspot.com/
Ajahn Chah dilahirkan pada 17 Juni 1918 di sebuah desa kecil dekat kota Ubon Rajathani, Thailand bagian timur laut. Setelah menyelesaikan sekolah dasar, beliau menghabiskan tiga tahun untuk menjalani masa percobaan kebhikkhuan sebelum kembali menjalani kehidupan normal membantu orang tuanya di sawah. Pada usianya yang keduapuluh, Beliau memutuskan untuk meneruskan kehidupan kebhikkhuannya, dan pada bulan April 1939, Beliau menerima upasampada.

Kehidupan awal Ajahn Chah sebagai bhikkhu dijalaninya dengan mengikuti pola tradisional, yaitu dengan belajar Buddhisme dan bahasa Pali. Pada tahun kelima, ayah Beliau menderita sakit keras dan kemudian meninggal, mengingatkan Ajahn Chah akan kelemahan dan penderitaan hidup manusia. Hal ini menyebabkan Beliau berpikir secara dalam tentang tujuan hidup yang sebenarnya, meskipun Beliau telah belajar secara serius dan mendapatkan kemampuan berbahasa Pali, Beliau merasa sangat jauh dari pengertian tentang akhir dari penderitaan hidup.

Profil Tentang Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera

http://bodhi-prajna.blogspot.com/
Nama : Sri Pannavaro Mahathera
Nama Lahir : Husodo (Ong Tik Tjong)
Tempat Lahir : Blora, Jawa Tengah, Indonesia
Tanggal Lahir : 22 Juni 1954
Alamat tinggal : Vihara Mendut
Depan Candi Mendut, Desa Mendut, Kota Mungkid,
Kotakpos 111, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia 56501
Telp 0293 788236, Fax 0293 788404
Pendidikan Akhir : Fakultas Psikologi, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (1972-1975)

Mengenal Ajaran Buddha

Saya lahir di Blora, sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Kakek dari ibu saya adalah seorang kapiten. Oleh karena seorang kapiten adalah sesepuh masyarakat, maka beliau dianggap sesepuh di klenteng.

Kata-kata Bijak Dalai Lama

http://bodhi-prajna.blogspot.com/
There needs to be understanding that anger never helps to solve a problem. It destroys our peace of mind and blinds our ability to think clearly. Anger and attachment are emotions that distort our view of reality.

Anda perlu memahami bahwa kemarahan tidak pernah membantu untuk memecahkan masalah. 
Ini menghancurkan kedamaian pikiran kita dan membutakan kemampuan kita untuk berpikir jernih. Kemarahan dan kemelekatan adalah emosi yang mendistorsi pandangan kita tentang realitas.

Dalai Lama



We all have the potential to show others love and affection, but as we progress in our materialistic world, these values tend to remain dormant. We can develop them on the basis of common sense, common experience and scientific findings. The response to the recent tragedy in the Philippines is an example of how such values are awakened; people helped simply because others are suffering and in need of support.

Kita semua memiliki potensi untuk menunjukkan kepada orang lain cinta dan kasih sayang, tapi seperti yang kita kemajuan dalam dunia materialistis kita, nilai-nilai ini cenderung tetap terbengkalai. Kita bisa mengembangkan mereka atas dasar akal sehat, pengalaman umum dan temuan-temuan ilmiah. Respon terhadap tragedi baru-baru ini di Filipina adalah sebuah contoh bagaimana nilai-nilai tersebut terbangun, orang-orang membantu hanya karena orang lain menderita dan membutuhkan dukungan.

Dalai Lama



If we are demoralized, sad and only complain, we’ll not solve our problems. If we only pray for a solution, we’ll not solve our problems. We need to face them, to deal with them without violence, but with confidence - and never give up. If you adopt a non-violent approach, but are also hesitant within, you’ll not succeed. You have to have confidence and keep up your efforts - in other words, never give up.

Jika kita mengalami demoralisasi, sedih dan hanya mengeluh, kita tidak akan memecahkan masalah kita. Jika kita hanya berdoa untuk solusi, kita tidak akan memecahkan masalah kita. Kita harus menghadapi mereka, untuk berurusan dengan mereka tanpa kekerasan, tapi dengan keyakinan - dan tidak pernah menyerah. Jika Anda mengadopsi pendekatan non-kekerasan, tetapi juga ragu-ragu dalam, Anda tidak akan berhasil. Anda harus memiliki kepercayaan diri dan menjaga usaha Anda - dengan kata lain, tidak pernah menyerah.

Dalai Lama

Sunday, 5 January 2014

Cinta Sejati Oleh YM Bhikkhu Sri Paññavaro Mahathera

http://bodhi-prajna.blogspot.com/

Kalau kita mau meneliti kehidupan kita. Meneliti dengan jujur. Kita akan sadar apa yang kita butuhkan. Apa yang kita butuhkan Saudara? Kita butuh: makanan, pakaian, tempat tinggal, obat-obatan, kepandaian, uang, dan masih banyak lagi. Kita butuhkan semua itu, tidak lain karena kita butuh bahagia. dengan cukup sandang, cukup pangan, punya kepandaian dan tersedia uang; kita akan merasa bahagia.

Profil Tentang YM. Bhikkhu Jinadhammo Mahathera

Y.M  Bhikkhu Jinadhammo Mahathera
http://bodhi-prajna.blogspot.com/

Riwayat hidup Bhikkhu Jinadhammo Mahathera
Tanggal : 18 Oktober 2002
Pengarang : DHARMA PRABHA©2000

PERJALANAN SOSOK PENGABDI BUDDHA DHAMMA DI BUMI ANDALAS
Riwayat Y.M. Jinadhammo Maha Thera
Kelahiran dan Masa Remaja
Terlahir di desa Gempok Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali di Jawa Tengah pada tanggal 3 September 1944 dari pasangan Bapak Adma M. dan Ibu Sadiem. Suatu proses kelahiran yang biasa saja, tidak ada yang istimewa. Dan yang pasti kedua orang tua tersebut tidak pernah menyangka kalau putera ke-3 dari 6 bersaudara ini bakal menjadi seorang anggota Sangha yang cukup dihormati di Indonesia khususnya di Rayon I Sumatera Utara.

Syair Oleh : YM. Bhikkhu Jinadhammo Mahathera

http://bodhi-prajna.blogspot.com/

"Jalanilah hidup seperti air yang mengalir. Lihatlah air sungai yang mengalir. Biarpun terhadang sampah, airnya tetap mengalir terus.
Meski hidup kita penuh dengan masalah, jalani saja dan pantang mundur. Masalah pasti akan berlalu."

Kalau tidak bisa, tidak perlu dipaksakan. Melakukan sesuatu janganlah memaksakan diri; sebaiknya yang alamiah saja. Lakukanlah apa yang bisa kita lakukan dengan sebaik-baiknya. Misalnya kita sudah tidak kuat duduk meditasi, tidak perlu ditahan-tahan. Ganti saja jadi meditasi jalan. 

"Sehitam-hitamnya hati manusia, pasti ada setitik putih di dalamnya. Dan seputih-putihnya hati manusia, pasti ada setitik noda hitam. Sejahat-jahatnya manusia pasti pernah berbuat kebajikan dan manusia yang baik pasti pernah ada keburukan yang pernah diperbuatnya. Meski begitu, kurangilah perbuatan jahat dan perbanyak perbuatan baik."

"Kita hanya bisa bersiap meninggalkan semuanya. Jalanilah hidup yang seimbang, belajarlah menghargai dan menikmati hidup ini apa adanya. Terutama : tahu apa yang terpenting dalam hidupmu."

Oleh : YM. Bhikkhu Jinadhammo Mahathera

Berkah Kehidupan Oleh YM Bhikkhu Sri Paññavaro Mahathera

http://bodhi-prajna.blogspot.com/
Kalau suatu keluarga sudah lama belum mempunyai putra, kemudian lahir seorang putra, maka keluarga ini merasa mendapat berkah. Tetapi, ada suatu keluarga yang lain, yang merasa sial, karena anak pertamanya adalah wanita. Mereka berpendapat anak wanita hanya ikut-ikutan saja. Kalau nanti suami masuk sorga, sang istri ikut; kalau masuk neraka tersangkut. wanita harganya hanya separo laki-laki. Adapula suatu keluarga, yang meskipun anak pertamanya wanita, tetapi karena anaknya lahir pada hari dan bulan yang baik, maka mereka merasa anak tersebut adalah berkah bagi hidupnya. Menurut keluarga ini, anak yang lahir pada hari dan bulan baik, meskipun wanita, kelak pasti mampu mengangkat derajat orang tuanya.

close