Saturday, 11 January 2014

Nasib Kakek yang Dikucilkan Keluarganya

Seorang pria tua yang lemah, karena kondisinya, terpaksa harus tinggal bersama dengan anaknya, menantu perempuan, dan cucu berusia empat tahun.

Karena umurnya sudah tua dan kondisi kesehatan yang sudah menurun, membuat tangan kakek itu selalu gemetaran, penglihatannya kabur, dan langkahnya tertatih-tatih.

Saat mereka sekeluarga makan bersama di meja makan, karena tangan selalu gemetar dan gangguan penglihatannya, membuat kakek mendapat kesulitan untuk makan. Ketika menyendok makanan, nasi atau lauk meluncur dari sendoknya jatuh ke lantai, ketika dia memegang gelas, susu tumpah di taplak meja.

Semangkuk Nasi Putih

http://bodhi-prajna.blogspot.com/

Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir didepan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu direstoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk kedalam restoran tersebut.

HAKIKAT DARI KEBAIKAN

Jonathan Smith adalah seorang dermawan, setiap tahun ia menyumbangkan dana  dalam jumlah yang sangat besar. Suatu hari, ada seorang wartawan yang bertanya kepada, “Tuan Smith, mohon jelaskan alasan apa yang membuat Anda setiap tahun terjun ke dalam usaha amal?”

Dia berdiam untuk sejenak, lalu menceritakan kisahnya:

Menyembuhkan Dengan Etika

Sebuah kisah tentang tabib terkenal Tiongkok Pi Tong:

Pi Tong adalah seorang tabib pengobatan Tiongkok terkenal selama Dinasti Han Timur (25-220M). Ia dikenal akan kebijaksanaannya, dihormati akan keterampilan medisnya yang luar biasa dan etika medisnya yang mulia. Kisahnya mengingatkan kita bahwa hidup secara etis dapat menjadi korban tetapi membawa manfaat yang besar.

Nasihat Bhiksu Tua

Seorang bhiksu tua dalam biara mengajak muridnya yang masih muda untuk pergi turun gunung mencari sedekah. Di dalam perjalan pulang mereka bertemu dengan seorang nenek tua yang hampir menemui ajalnya karena kelaparan.

Bhiksu tua segera memerintahkan muridnya untuk meninggalkan makanan dan sedikit uang kepada nenek tua itu, akan tetapi muridnya merasa enggan.

Friday, 10 January 2014

Fakta Kehidupan

Kita hidup dalam dunia yang serba pincang. Ia tidak mutlak diliputi mawar, juga tidak seluruhnya berduri. Mawar adalah lembut, indah dan harum, tetapi tangkai tempat mawar mekar penuh dengan duri. Karena adanya bunga mawar maka kita tidak takut pada duri. Bagaimanapun, orang tidak akan mengecilkan arti mawar karena durinya.

Bagi seorang optimis dunia ini benar-benar penuh mawar, sedangkan bagi seorang pesimistis, dunia ini benar-benar penuh duri. Tetapi bagi seorang realis dunia ini tidak mutlak penuh duri. Dunia ini diliputi oleh mawar-mawar indah dan duri-duri tajam.

Jalur Kehidupan oleh YM Bhikkhu Girirakkhito Mahathera

Saya ingin memberi penjelasan kepada saudara-saudara, bahwa sebagai manusia, apalagi sebagai seorang umat beragama, akan baru bisa disebut mempunyai tujuan apabila di dalam hidup ini telah ada usaha kita untuk mencapai tujuan; dan tujuannya adalah mencapai kebebasan. Maksud dari mencapai kebebasan itu yaitu di dalam perjuangan hidup kita sebagai manusia ini, dapat tercapai cita-cita kita yaitu mencapai keadaan yang tidak terikat; jadi mencapai Kebebasan di dalam hidup ini. Itu baru dikatakan kita mencapai tujuan. Apabila tidak mempunyai tujuan demikian maka hidup ini belum dikatakan mempunyai cita-cita atau mempunyai tujuan, karena tujuan orang hidup itu adalah memang satu-satunya untuk menikmati Kebebasan. Yang dinamakan Kebebasan itu adalah tidak mempunyai keterikatan dengan hal-hal yang membuat diri kita terikat.

Menuju Pandangan Terang oleh YM Bhikkhu Girirakkhito Mahathera

Dalam setiap kebaktian pembacaan paritta yang diterjemahkan dengan baik, mudah-mudahan akan meresap dan semoga lambat laun akan menimbulkan pengetahuan dan kebijaksanaan. Berarti setiap minggu saudara-saudara dengan rajin memupuk pengetahuan, kebijaksanaan, moral dan budi pekerti sehingga benar-benar menjadi umat Buddha yang kualitatif.

Thursday, 9 January 2014

Bhikkhu Ashin Kheminda : Kenapa Tidak?

“Kenapa Tidak?” sebenarnya bukanlah sebuah pertanyaan. Judul di atas lebih tepatnya adalah sebuah jawaban untuk complaining minds (pikiran negatif).

Banyak hal di dunia ini yang tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Bahkan, apa yang terjadi terkadang adalah sesuatu yang kita tidak sukai. Menghadapi kenyataan yang tidak mengenakkan ini, orang-orang banyak mengeluh. Mereka mempertanyakan kenapa hal-hal buruk yang tidak menyenangkan ini terjadi kepada mereka.

Yoga Dan Meditasi Bantu Penderita Kanker Atasi Stress

http://bodhi-prajna.blogspot.com/
Susan Ockey telah mempraktekkan yoga selama hampir 5 tahun. Ia mulai mempratekkannya usai menjalani perawatan kanker.

“Aku telah melewati semuanya dan setelah setahun berlalu, ‘Oh Tuhan… apa yang terjadi? Aku kena kanker!” ujar Ockey.

Menurut psikolog kedokteran dr. Linda Carlson, banyak penderita kanker yang mengalami stres dan khawatir berkepanjangan setelah terapi berakhir.

“Adalah masalah besar bagi sejumlah pasien kanker. Mereka harus berkompromi dengan ketidakpastian, takut kambuh, efek samping berpanjangan, nyeri, bengkak di lengan, susah tidur, hingga rasa lelah, merupakan masalah besar bagi mereka,” ujarnya.

Inilah yang Terjadi Pada Otak Saat Meditasi dan Manfaatnya

http://bodhi-prajna.blogspot.com/

Belle Beth Cooper, seorang penulis dari Melbourne, Australia berbagi cerita tentang pengalamannya bermeditasi kepada lifehacker.com.

Siapakah Yang Mengamati Pikiran?

http://bodhi-prajna.blogspot.com/

Seorang sahabat bertanya:

“Selamat pagi, Romo. Saya mohon bimbingan mengenai pikiran. Sering saya baca bahkan suka saya lakukan untuk belajar mengamati pikiran, sekarang saya bertanya sendiri yang mengamati pikiran ini siapa? Diri saya? Diri saya bukanlah pikiran saya? Terima kasih. Semoga Romo berkenan.”

close